Pelatih Juventus Jadikan Fellaini Alasan Kalah dari MU

Prediksi Liga Champions – Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri menjadikan Marouane Fellaini sebagai dalil timnya kalah dari Manchester United (MU). Juventus kalah 1-2 dari MU di Allianz Stadium, Kamis (8/11/2018) pagi-pagi sekali WIB dalam lanjutan Liga Champions. Dalam laga fase Grup H ini, Juventus mendominasi permainan. Mereka pun dapat mencetak gol ke gawang MU melewati Cristiano Ronaldo pada menit ke-65.

Namun pada menit ke-79, manajer MU, Jose Mourinho memainkan Fellaini, menggantikan Alexis Sanchez. Sejak masuknya Fellaini, Allegri telah was-was. Firasat Allegri juga menjadi kenyataan. Setan Merah, sebutan MU, mencetak dua gol balasan melewati Juan Mata pada menit ke-86 dan gol bunuh diri Alex Sandro, tiga menit setelahnya. “Kami tahu dengan masuknya Marouane Fellaini, Juventus mesti menghindari tendangan bebas. Namun kami justeru memberikan tidak sedikit tendangan bebas,” kata Allegri, dilansir dari Football Italia.

Allegri mencemaskan ketangguhan Fellaini dalam duel udara. Gol kedua MU di Allianz Stadium terjadi setelah semua pemain Juventus konsentrasi kepada gelandang asal Belgia tersebut. “Satu-satunya teknik MU mencetak gol ialah dari tendangan bebas. Kami memberi mereka peluang,” ujar Allegri menegaskan. Tentunya, kekalahan dari MU menjadi hasil yang mengecewakan. Tercatat, Juventus mempunyai 14 kesempatan di kotak penalti MU. Bahkan, tendangan Sami Khedira dan Paulo Dybala tentang tiang gawang.

“Ini kekalahan yang mengecewakan, sebab kami bermain dengan baik. Juventus perlu menambah finishing. Faktanya, kami tidak pernah menang saat memegang kendali permainan,” ucap mantan pelatih AC Milan tersebut. Kendati kecewa, Allegri memuji gol estetis dari Cristiano Ronaldo. Pemain asal Portugal tersebut mencetak gol dengan tendangan voli sesudah menerima umpan jauh Leonardo Bonucci.

“Gol Cristiano Ronaldo luar biasa, namun kami memiliki tidak sedikit peluang. Jika kami benar-benar mengatasinya, kami bakal mencetak tiga atau empat gol di babak kesatu saja,” kata Allegri mengakhiri.

Kiper Man United Kagumi Martial sejak di AS Monaco

Sayap asal Prancis, Anthony Martial, tengah menjadi pembicaraan dalam sejumlah pekan terakhir. Sebab, lelaki yang didatangkan dari AS Monaco tersebut mampu tampil impresif dengan mencetak empat gol dalam tiga partai terakhir bareng Manchester United di Liga Inggris 2018-2019.

Talenta besar Martial ternyata telah diketahui di antara penjaga gawang Setan Merah, Sergio Romero, pada 2015. Pria asal Argentina tersebut mengaku pernah menceritakan kedahsyatan pemain berusia 22 tahun tersebut untuk Juan Mata, Ander Herrera, dan David de Gea, ketika baru bergabung di Manchester.

Perlu diketahui, Romero pernah membela AS Monaco sebagai pemain pinjaman dari Sampdoria pada 2013-2014. Ia lantas bergabung ke Manchester United pada bursa transfer musim panas 2015 dengan kedudukan bebas transfer sebagai deputi David de Gea di bawah mistar gawang.

“Pada 2015, tidak lama sesudah saya bergabung dengan Man United, saya membagi rahasia untuk Ander Herrera, David de Gea, dan Juan Mata. ‘Ada seorang pemain di Monako, namanya Anthony Martial. Dalam masa-masa singkat kalian akan berkata mengenai dia,’” ucap Sergio Romero, mengutip dari website resmi Prediksi Bola, Sabtu (3/11/2018).

“Saya telah mengenal Anthony sekitar dua tahun. Anthony saat tersebut masih muda, sekira 17 tahun, namun Anda telah dapat melihatnya sebagai seorang pemain yang spesial. Bakatnya paling alami dan Anda bakal terpesona menyaksikan apa yang dilakukannya di sesi latihan,” imbuh mantan pemain AZ Alkmaar itu.

Anthony Martial bergabung ke Man United pada bursa transfer musim panas 2015, sejumlah pekan sesudah Romero. Pada debutnya bareng United, lelaki yang akrab disapa Toto tersebut menceploskan satu gol ke gawang rival abadi, Liverpool, di Stadion Old Trafford sampai-sampai langsung menculik hati peminat Setan Merah.

Wanita Ini Di-bully karena Jadi Ratu Kecantikan Muslim Pertama di Australia

Wanita Ini Di-bully karena Jadi Ratu Kecantikan Muslim Pertama di Australia

Jangankan berhijab, menjadi muslim di negara minoritas muslim memiliki tantangan yang cukup signifikan. Kisah kali ini datang dari Miss World Australia 2017, Esma Voloder. Esma dinobatkan sebagai ratu kecantikan Australia dan akan bersaing di Miss World 2017 pada November mendatang di China.

Esma disebut-sebut sebagai Miss World Australia muslim pertama. Karena identitasnya sebagai muslim, ia diserang haters. Banyak yang tidak suka dengan kemenangan wanita berusia 25 tahun itu. Mereka mempertanyakan mengapa seorang muslim bisa menang dan mewakili Australia di ajang ratu kecantikan dunia. Sedangkan Australia bukan negara muslim.
Wanita Ini Di-bully karena Jadi Ratu Kecantikan Muslim Pertama di AustraliaFoto: Dok. Instagram

Meski di-bully haters, Direktur Nasional dari Miss World Australia Deborah Miller, mengatakan kalau Esma pantas menang. Menurutnya Esma merupakan wanita yang memiliki karakter kuat dan pantas mewakili Australia sebagai wajah dari keragaman budaya di Australia.

“Kami memiliki banyak telepon, orang-orang mengatakan hal buruk. Mereka mengatakan, ‘Bagaimana Anda membiarkan seorang muslim menang?’ Itu karena kami percaya bahwa Esma adalah wanita yang kuat dan mewakili Australia yang memang multikultural,” jelas Deborah.

Menanggapi pernyataan para haters yang tidak suka dengan kemenangannya, Esma memaklumi hal tersebut. Ia tidak marah karena Esma merasa kalau banyak orang yang masih kurang paham dengan agamanya.

“Aku memaafkan mereka. Aku rasa itu karena kurangnya pemahaman. Aku hanya ingin orang Australia tahu bahwa kita semua sama. Banyak hal telah disalahartikan tentang Islam. Aku percaya Islam itu damai dan makmur,” ujar Esma.

Sebagai tambahan informasi, Esma lahir di kampung pengungsi setelah perang Bosnia sebelum berimigrasi ke Melbourne, Australia. Ia sudah pindah ke Australia sejak masih kecil.