Gunung Memiliki 9 Kawah

Gunung Memiliki 9 Kawah

Salah satu tempat wisata yang dimiliki Indonesia adalah Gunung Tangkuban Perahu. Konon katanya Gunung Tangkuban Perahu memiliki ketertarikan dengan legenda Sangkuriang dan Dayang Sumbi. Namun hal tersebut tidak dibenarkan karena Gunung Tangkuban Perahu terbentuk secara alami dari lapisan lava yang mengeras dan jgua diselimuti batu apung, tephra, serta abu vulkanik. Gunung Tangkuban Perahu terkenal dengan pemandangan alam disekitar pegunungan tersebut yang terlihat Indah dan membuat Anda semakin tertarik untuk datang kembali ke tempat wisata satu ini karena keindahan alamnya yang membuat Anda tertarik untuk mengabadikan menjadi sebuah foto yang menarik membuat Anda semakin cinta dengan keindahan alam Indonesia. Walaupun dari awal mula terbentuknya gunung tersebut terkesan menyeramkan.

Semua keindahan dari Tangkuban Perahu salah satunya berasal dari keindahan beberapa kawahnya. Cekungan di gunung tersebut embentuk danau belerang dengan warna air yang kehijauan. Sesekali Nampak sekali kabut putih yang menyelimuti pegunungan tersebut dan juga menyelimuti udara dari tempat wisata satu ini. Namun hal tersebut tidak dapat menutupi keindahan dari Tangkuban Perahu. Untuk Anda para pecinta foto alam sebaiknya Anda manfaatkan untuk dapat mengambil gambar dari kawah yang ada di Tangkuban Perahu. Hal tersebut merupakan salah satu alternative yang dapa memebuat Anda akan berkesan dengan salah satu keindahan alam dari tempat wisata satu ini.

Salah satu keunggulan dari tempat wisata satu ini adalah memiliki 9 kawah yang disuguhkan untuk para wisatawan yang datang berkunjung ke Tangkuban Perahu. Setiap kawah tersebut memiliki ciri – ciri kawah yang khas dan berbeda antara satu dan lainnya. Meski berebeda – beda keindahan dari kawah Gunung Tangkuban Perahu sangat Indah dan mempesona bagi setiap kawahnya. Salah satu kawahnya yang sangat mempesona adalah Kawah Ratu, kepundan terbesar di Tangkuban Perahu. Warna air belengrangnya memiliki warna yang cenderung biru. Walaupun terdapat samar – samar terlihat warna hijau dibeberapa bagian dari kawah tersebut. Tak heran banyak pengunjung datang untu k dapat menikmati pemadangan hal tersebut.

Siap-Siap, Danau Rawa Pening Akan Jadi Wisata Dunia

Siap-Siap, Danau Rawa Pening Akan Jadi Wisata Dunia

Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang kembali menjadi sorotan. Pemicunya antara lain tumbuhnya eceng gondok yang memicu sedimentasi (pendangkalan) danau.
Dirjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) Hilman Nugroho mengatakan, penanganan lingkungan danau seluas 2.670 ha yang menempati wilayah Kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang, dan Banyubiru ini cukup kompleks.

Menurutnya, permasalahan yang terjadi di Danau Rawa Pening dipicu oleh perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar danau alam tersebut.

Faktor penyebab lainnya adalah perilaku masyarakat yang tinggal di sejumlah hulu sungai yang bermuara di Danau Rawa Pening.
Dia menyatakan, kementeriannya telah menyelesaikan reboisasi 400 ha lahan di kawasan hulu dan membuat bendungan pengendali sedimentasi.
Ke depan, danau ini akan diupayakan pengelolaannya lebih baik lagi agar memberi kenyamanan kepada wisatawan. Antara lain dengan kegiatan penghijauan dengan tanaman produktif.

Kementerian LHK siap mendukung pengadaan bibit tanaman produktif buah-buahan untuk masyarakat di kawasan hulu.
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Dadang Rizki Ratman berharap ke depan Danau Rawa Pening bisa menjadi destinasi wisata pendukung objek wisata Candi Borobudur.
Menurutnya danau ini nantinya bisa menjadi destinasi wisata dunia.
“Untuk bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia, Danau Rawa Pening harus bisa menyediakan infrastruktur berstandar global. Kemenpar sedang mencari standar pengujian Rawa Pening,” katanya saat menghadiri acara peluncuran iklan terbaru Kuku Bima Energi (KBE) di Bukit Cinta Brawijaya, Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (5/8/2017).
Untuk menjadikan Rawa Pening sebagai wisata dunia, diperlukan strategi 3A yakni, atraksi, akses dan amenitas.
“Artinya, apa atraksi berkelas dunia yang bisa ditampilkan, bagaimana akses dan kemudahaannya serta fasilitas kelas dunia apa yang tersedia,” kata dia.
Bupati Semarang, Mundjirin mengucapkan rasa terima kasih atas langkah PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk yang menggunakan Danau Rawa Pening sebagai lokasi pembuatan iklan terbaru untuk produk minuman energinya. Langkah ini diharapkan membuat Danau Rawa Pening makin dikenal masyarakat luas.
“Sudah tidak terhitung jumlah anggota DPR dan juga menteri yang meninjau Waduk Rawa Pening. Sekarang Sido Muncul juga hadir untuk menyelamatkan Rawa Pening dan bahkan ingin menjadikannya wisata dunia. Kami sangat berterima kasih,” kata Mundjirin.