Mengenal Kisah Unik Tentang Julukan “Godfather of Broken Heart”

Lain Lain

Sumber : genpi.co

Bagi yang sudah bertahun-tahun setia mendengarkan musik Didi Kempot, mereka pasti tahu dan paham bahwa penyanyi pop Jawa asal Solo ini sangat suka menulis lagu sedih dan patah hati. Tema-temanya sebagian besar hampir sama, yaitu tentang perasaan sakit hati ditinggal kekasih yang tak setia, lupa janji, atau jatuh ke pelukan orang lain. Lagu-lagunya sangat merana, membuat banyak orang tebawa perasaan hingga menangis.

Jika lagu pop Jawa campursari biasanya kondang di kalangan orang tua, kini anak muda pun turut menyukainya hingga Didi Kempot pun menjadi ikon untuk mereka. Lagu-lagu Didi seperti “Cidro” menjadi tembang hits kesukaan milenial, menjadikan Didi salah satu ikon kultur internet. Mereka menjuluki Didi Kempot dengan berbagai nama lucu, seperti Godfather of Broken Heart dan Bapak Patah Hati Nasional.

Bukan hanya itu, kelompok fans baru Didi Kempot pun terbentuk dan menamakan dirinya sebagai “Sobat Ambyar” yang terdiri atas Sadboys dan Sadgirls. Mereka akan selalu meramaikan konser-konser Didi dimana pun berada. Puluhan ribu para sobat ambyar akan bersama-sama larut dalam untaian lagu sedih Pakdhe Didi alias Lord Didi.

Media kemudian mencari tahu bagaimana asal usul julukan baru Didi Kempot itu. Salah satu fans, Jarkiyo, dianggap sebagai pencetus beberapa julukan unik Lord Didi. Dia menceritakan pengalamannya nonton konser Didi yang diunggahnya ke media sosial. Dengan penghayatan penuh, Jarkiyo dan teman-temannya larut membawakan lagu “Cidro” bersama Didi.

Sumber : grid.id

Beberapa julukan baru pun lahir, mulai dari “Surakarta Sad Boy Club,” “Bapak Loro Ati Nasional,” sampai “Lord Didi.” Jarkiyo tak menyangka julukan-julukan itu akan viral dan dipakai orang sampai sekarang. Salah satu hal yang membuat unggahan Jarkiyo viral adalah setelah dia retweet seorang seleb twitter bernama Agus Magelangan.

Dari sini Jarkiyo merasa anak muda mulai kenal dengan Didi Kempot. Sebelumnya mereka mungkin malu-malu datang ke konser Lord Didi apalagi sampai ambyar. Tapi ketika semua orang ternyata sama-sama ambyar, maka semuanya pun berubah.

Didi Kempot sendiri mengaku tak tahu asal-usul dirinya dijuluki seperti Godfather of Broken Heart. Dia hanya mendapatkan informasi bahwa nama julukan yang unik itu dibuat oleh sekumpulan anak muda penggemar dirinya di Solo yang sangat peduli dengan kebudayaan lokal. Jadi Didi dianggap sebagai bapaknya anak-anak yang patah hati.

Didi Kempot juga sama sekali tidak keberatan dengan julukan itu. Dia tak heran kalau julukan bapak patah hati dia dapatkan karena mayoritas lagu-lagunya memang seperti itu.

Dimulai dari Cidro tentang cidera janji, Didi Kempot berlanjut menulis puluhan lagu bertema serupa. “Sewu Kuto” misalnya bercerita tentang bagaimana dirinya sudah berkelana ke seribu kota untuk mencari wanita pujaannya yang pergi, demikian pula dengan “Stasiun Balapan,” “Terminal Tirtonadi,” “Tanjung Mas Ninggal Janji,” “Malioboro,” dan banyak lagi tempat-tempat lain yang menjadi saksi bisu sakit hatinya.

Narasi yang diusung hampir identik, tapi dengan pembawaan berbeda. Yaitu dimana seorang pria mengantarkan kepergian kekasihnya yang berjanji akan kembali suatu saat nanti, namun setelah berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun menunggu, janji itu kosong dan tak ditepati, meski sang pria tetap setia menantinya.

Tema percintaan lain yang dieksplorasi Didi Kempot adalah tentang pengkhianatan dan indahnya jatuh cinta. Semua itu dibawakan dengan musik pop Jawa yang kreatif dan tak bikin bosan. Lagu mana nih yang jadi favoritmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *